Senin, 06 Juli 2015

Diam ~


Rindu..
Jelas saja tak bisa ku sentuh, namun selalu bisa ku rasakan.
Bagiku tak usahkan menyapamu di dunia nyata, di dunia maya pun aku tak mampu berkata.
Karena kau begitu jauh terlihat oleh mata, tetapi ku rangkai dalam hangatnya harapan nan doa.

Ku pastikan kau tak akan mengerti apa yang terjadi padaku, cukup untukku memujimu dalam diam heningnya malam.
Walau ku tak tau kau siapa dan dimana, yang ku tau menyebutmu membuatku merasa kian bahagia.

Diam ini begitu lama tersimpan dalam hati, dan kini aku memutuskan untuk mundur lalu pergi.
Ntah sampai kapan aku akan begini, karena sejatinya ku hanya mengharap ridho Ilahi.
Dan jika kau ingin mengenalku suatu hari nanti, maka bacalah apa yang ku tulis selama ini untukmu, wahai pilihan Rabbi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar