Rindu..
Jelas saja tak bisa ku sentuh, namun selalu bisa ku rasakan.
Bagiku tak usahkan menyapamu di dunia nyata, di dunia maya
pun aku tak mampu berkata.
Karena kau begitu jauh terlihat oleh mata, tetapi ku rangkai
dalam hangatnya harapan nan doa.
Ku pastikan kau tak akan mengerti apa yang terjadi padaku,
cukup untukku memujimu dalam diam heningnya malam.
Walau ku tak tau kau siapa dan dimana, yang ku tau
menyebutmu membuatku merasa kian bahagia.
Diam ini begitu lama tersimpan dalam hati, dan kini aku
memutuskan untuk mundur lalu pergi.
Ntah sampai kapan aku akan begini, karena sejatinya ku hanya
mengharap ridho Ilahi.
Dan jika kau ingin mengenalku suatu hari nanti, maka bacalah
apa yang ku tulis selama ini untukmu, wahai pilihan Rabbi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar